BACTERIAL LEAF BLIGHT (BLB)
Penyakit hawar daun bakteri (bacterial leaf blight = BLB) disebabkan oleh bakteri Xanthomonasoryzaepv. oryzae. Penyakit ini di Indonesia tersebar hampir diseluruh daerah pertanaman padi baik di dataran rendah maupun dataran tinggi dan selalu timbul baik pada musim kemarau maupun musim hujan.Pada musim hujan biasanya berkembang lebih baik.Kerugian hasil yang disebabkan oleh penyakit hawar daun bakteri dapat mencapai 60%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat keparahan 20% sebulan sebelum panen, penyakit sudah mulai menurunkan hasil.Di atas keparahan itu, hasil padi turun 4% tiap kali penyakit bertambah parah sebesar 10%.Kerusakan terberat terjadi apabila penyakit menyerang tanaman muda yang peka sehingga menimbulkan gejala kresek, dapat menyebabkan tanaman mati.
Penyakit hawar daun bakteri menyebabkan penurunan produksi padi yang cukup tinggi dan dalam keadaan tertentu dapat menurunkan produksi sampai 60 %.Penyakit ini mempunyai beberapa ras dari jenis bakteri dan masing-masing mempunyai perbedaan kemampuan untuk menginfeksi tanaman padi (Sudarmo, 1991).
Ø Gambar Mikroskopis Bakteri Xanthomonasoryzae

1. Tanaman Inang ( Faktor yang Mendukung) : Padi (Oriyza sativa)
Ø Gambar Makroskopis Padi


2. Karakteristik Patogen :
Nama Patogen :Xanthomonasoryzaepv. oryzae
Sifat Patogen : Saprofitfakultatif
Klasifikasi
· Kingdom :Bacteria
· Filum :Proteobacteria
· Class :Gamma Proteobacteria
· Ordo :Xanthomonadales
· Family :Xanthomonadaceae
· Genus :Xanthomonas
· Species :Xanthomonasoryzae
3. Nama Penyaki : Hawar daun bakteri ( bacterial leaf blight )
(Deskripsi gejala )
Gejala diawali dengan bercak kelabu (water soaked) umumnya di bagian pinggir daun. Pada varietas yang rentan bercak berkembang terus, dan akhirnya membentuk hawar.Pada keadaan yang parah, pertanaman terlihat kering seperti terbakar.
Penyakit hawar daun bakteri menghasilkan dua gejala khas, yaitu kresek dan hawar.Kresek adalah gejala yang terjadi pada tanaman berumur <30 hari (pesemaian atau yang baru dipindah).Daun-daun berwarna hijau kelabu, melipat, dan menggulung.Dalam keadaan parah, seluruh daun menggulung, layu, dan mati, mirip tanaman yang terserang penggerek batang atau terkena air panas (lodoh).Sementara, hawar merupakan gejala yang paling umum dijumpai pada pertanaman yang telah mencapai fase tumbuh anakan sampai fase pemasakan (Suyamto, 2007).
Penyakit ini akan menimbulkan gejala yang timbul 1-2 minggu setelah padi dipindah dari persemaian. Daun-daun yang sakit akan berwarna hijau kelabu, mengering, helaian daunnya melengkung, diikuti oleh melipatnyahelaian daun itu sepanjang ibunya tulangnya. Pada umumnya gejala yang pertama tampak pada daun-daun yang dipotong ujungnya.Dekat bekas potongan terjadi bercak hijau kelabu, sering ibu tulang daun menjadi berwarna kuning. Warna daun yang kering tiu akan berubah menjadi kening jerami sampai coklat muda. Gejala dapat juga meluas sampai upih daun (Semangun, 1991).
Gejala busuk daun biasanya serangannya terjadi waktu padi masih dalam persemaian atau setelah tanam, namun terkadang menyerang saat tanaman padi berumur 60 hari keatas.Padi yang masih dalam persemaian, atau setelah tanam serangannya ditandai oleh daun menguning dan selanjutnya daun tampak kering.Sedangkan busuk bakteri yang menyerang tanaman yang agak tua, daunnya berwarna keabu-abuan selanjutnya berwarna putih. Gejala lain adalah kresek, dimana gejala ini terjadi pada tanaman padi berumur 2-6 minggu (Suwanto, 1994).
Gejala penyakit ini mudah dibedakan dari gejala karena serangan penggerek, karena pada serangan penggerek gejala lebih dulu timbul pada daun yang lebih muda, sedang pada hawar daun bakteri serangan akan tampak pada daun yang lebih tua. Mungkin bakteri hanya menyerang beberapa daun, tetapi dapat juga berkembang terus sehingga tanaman mati. Tingkatan terakhir dari penyakit ini adalah membusuknya tanaman, yang dikenal dengan nama hama lodoh. Bakteri terutama terdapat dalam berkas-berkas pembuluh. Kalau daun yang sakit dipotong dan diletakkan pada ruangan yang lembab, dari berkas pembuluhnyaakan keluar lendir kekuningan yang mengandung jutaan bakteri (ooze) (Semangun, 2004).
Garis-garis yang kebasah-basahan pada urat daun setelah dipotong dan diletakkan pada tempat yang lembab akan banyak lendir bakteri yang terdapat pada garis-garis tersebut yang disebut ooze, lendir itu kemudian mengering membentuk butiran-butiran kecil pada garis-garis luka (Harahap dan Cahyono, 1998).
Untuk membedakannya cukup dipotong bagian bawah tanaman (batang) selanjutnya ditekan, kalau timbul warna kekuning-kuningan maka terjadi serangan busuk bakteri (Sudarmo, 1991)
.
Fungsi fisiologis yang terganggu adalah sistem fotosintesis
Bakteri Xoo menginfeksi tanaman melalui hidatoda atau luka.Setelah masuk dalam jaringan tanaman bakteri memperbanyak diri dalam epithemi yang menghubungkan dengan pembuluh pengangkutan, kemudian tersebar kejaringan lainnya dan menimbulkan gejala. Sistem fotosintesis juga akan terganggu.
Tipe gejala :Nekrotik
Tanda : Kalau daun yang sakit dipotong dan diletakkan pada ruangan yang lembab, dari berkas pembuluhnya akan keluar lendir kekuningan yang mengandung jutaan bakteri (ooze) (Semangun, 2004).
4.
![]() | |||||||||||||||||||
![]() | |||||||||||||||||||
![]() | |||||||||||||||||||
![]() | |||||||||||||||||||
![]() | |||||||||||||||||||
![]() | |||||||||||||||||||
![]() | |||||||||||||||||||
1. Infeksi : mengeluarkan enzym dengan mendegradasi dindiig sel
Faktor lingkungan yang mendukung : luka pada daun dan akar, RH yang tinggi, faktor umur inang (tanaman padi yang muda lebih mudah di serang oleh bakteri daripada tanaman yang sudah tua)
2. Invasi –reproduksi :Intraseluler kemudian akan memebelah diri di dalam inang yang di infeksi.
Faktor lingkungan yang mendukung :ketahanan tanaman.
3. Inokulasi : sel-sel bakteri
Faktor lingkungan yang mendukung : gesekan antar daun, faktor umur inang
4. Pra-penetrasi :
5. penetrasi : melalui luka-luka pada daun, melalui luka-luka pada akar dan hidatoda
faktor lingkungan yang mendukung : Dalam keaadaan lembab (terutama di pagi hari), Dengan bantuan angin, gesekan antar daun, dan percikan air hujan.umur yang lebih muda,Ada jenis padi tertentu yang tahan pada waktu muda dan adapula yang tahan pada waktu dewasa, pH.
Daftar Pustaka













